Untuk pengurus masjid
Meteran masjid masih atas nama pribadi: cara mengubahnya
Banyak musala meterannya terdaftar atas nama wakif atau takmir, dan ikut membayar tarif rumah tangga. Cara balik nama dan pindah ke golongan sosial.
Ini keadaan yang jauh lebih umum daripada yang diperkirakan orang: sebuah musala berdiri di tanah wakaf, dipakai puluhan jamaah setiap hari, tetapi meteran listriknya masih terdaftar atas nama pribadi, biasanya wakif yang mewakafkan tanahnya, atau takmir yang dulu mengurus pemasangannya.
Itu bukan penyimpangan. Begitulah kelaziman di lapangan, karena listrik biasanya dipasang lebih dulu daripada masjidnya punya kepengurusan resmi. Tapi ia membawa dua akibat yang nyata.
Akibat pertama: kemungkinan besar tarifnya lebih mahal
Golongan tarif ditentukan oleh peruntukan yang tercatat di PLN, bukan oleh kenyataan bangunannya. Meteran yang didaftarkan sebagai sambungan rumah tangga akan ditagih dengan tarif rumah tangga, meski yang memakainya adalah tempat ibadah.
Golongan yang seharusnya adalah pelayanan sosial. PLN membaginya begini:
| Golongan | Peruntukan umum |
|---|---|
| S-1 | Daya sangat kecil, sambungan sosial paling dasar |
| S-2 | Rumah ibadah, sekolah, panti; inilah golongan sebagian besar masjid dan musala |
| S-3 | Sosial berdaya besar, tegangan menengah |
Kami sengaja tidak mencantumkan angka rupiah per kWh di sini. Tarif ditinjau berkala, dan artikel yang memuat angkanya akan keliru dalam beberapa bulan tanpa ada yang menyadarinya. Yang benar adalah memeriksa tarif yang berlaku hari ini langsung di laman resmi PLN atau lewat aplikasi PLN Mobile.
Akibat kedua: menyulitkan saat masjid butuh bantuan
Meteran atas nama pribadi mempersulit hampir setiap bentuk bantuan. Lembaga yang menyalurkan dana biasanya menuntut penerima atas nama lembaga, dan tagihan atas nama perorangan sulit dipertanggungjawabkan sebagai bantuan untuk rumah ibadah.
Di sini kami memperlakukannya berbeda, dan sengaja: kasus semacam ini tidak ditolak otomatis, melainkan diperiksa manusia. Alasannya sederhana: kalau meteran atas nama pribadi jadi syarat gugur, sebagian besar musala kecil di Indonesia tidak akan pernah bisa dibantu siapa pun. Tapi itu keringanan kami, bukan keringanan yang berlaku di mana-mana. Membereskannya tetap lebih baik.
Langkah pertama: balik nama pelanggan
Perubahan nama pelanggan dilakukan lewat unit PLN setempat atau aplikasi PLN Mobile. Yang umumnya diminta:
- Nomor pelanggan (ID pelanggan) yang tercantum di struk atau meteran
- Identitas pemilik nama lama, atau surat keterangan ahli waris bila yang bersangkutan sudah wafat
- Bukti kepemilikan atau penguasaan bangunan, seperti akta ikrar wakaf, sertifikat, atau surat keterangan dari kelurahan
- Bukti kepengurusan masjid, seperti SK takmir, akta yayasan, atau surat keterangan dari KUA/kelurahan
- Surat pernyataan bermeterai dari pemilik nama lama
- Tagihan berjalan dalam keadaan lunas
Daftar ini gambaran umum. Kelengkapan yang diminta berbeda-beda antar unit PLN, dan cara paling hemat waktu adalah menelepon 123 lebih dulu untuk menanyakan syarat di unit yang membawahi wilayah Anda sebelum berangkat, bukan sesudah antre.
Langkah kedua: pindah golongan tarif
Balik nama dan perubahan golongan adalah dua permohonan berbeda, yang satu tidak otomatis membawa yang lain. Untuk perubahan golongan umumnya diperlukan:
- Tagihan dalam keadaan lunas
- Penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL), yang menuntut meterai
- Verifikasi data, dan pada sebagian kasus survei ke lokasi
Kalau keduanya diurus sekaligus dalam satu kedatangan, sebutkan sejak awal bahwa yang dituju adalah golongan sosial untuk rumah ibadah, bukan sekadar balik nama. Itu mengubah berkas yang disiapkan petugas.
Kapan ini TIDAK sepadan
Pengurusan ini tidak selalu menguntungkan bagi setiap masjid. Kalau dayanya kecil dan pemakaiannya rendah, selisih tarif sebulan bisa jadi lebih kecil daripada ongkos meterai, perjalanan, dan waktu pengurusnya.
Cara memutuskannya: bandingkan tagihan beberapa bulan terakhir dengan tarif golongan sosial yang berlaku sekarang. Kalau selisih setahunnya tidak lebih besar daripada satu bulan tagihan, kerjakan saat ada waktu luang, bukan sebagai hal mendesak. Kalau lebih besar, ia salah satu penghematan paling murah yang bisa dilakukan sebuah masjid, karena berlaku seterusnya, bukan sekali.
Yang bisa dikerjakan hari ini juga
Sambil mengurus itu, tagihan tetap berjalan dan tetap boleh dibantu. Daftarkan masjid atau musala Anda lewat formulir pengajuan. Nomor pelanggan yang terdaftar atas nama pribadi tidak menggugurkan pengajuan; sebutkan saja keadaannya di kolom alamat supaya peninjau tidak salah paham.
Kalau belum tahu di mana nomor pelanggannya, ada panduannya di cara mengetahui nomor pelanggan listrik masjid.