Lewati ke isi utama

Data terbuka

Berapa sebenarnya tagihan listrik masjid?

Kami memeriksa 791 tagihan listrik masjid dan musala langsung ke sistem PLN. Rata-ratanya Rp 174.265 per bulan, dengan titik tengah Rp 153.824. Ini bukan survei atau perkiraan — setiap angkanya berasal dari nomor pelanggan yang nyata.

Rata-rata per bulan

Rp 174.265

Titik tengah Rp 153.824

Rentang

Rp 49.100

sampai Rp 449.741

Total yang kami pegang

Rp 137.843.532

dari 791 rumah ibadah

Setahun

Rp 1.654.122.384

bila nominalnya berulang tiap bulan

Sebaran tagihan

Berapa banyak rumah ibadah pada tiap rentang nominal, dari 791 tagihan.

  • Rp 0 – Rp 50.000 1
  • Rp 50.000 – Rp 100.000 67
  • Rp 100.000 – Rp 150.000 303
  • Rp 150.000 – Rp 200.000 165
  • Rp 200.000 – Rp 250.000 131
  • Rp 250.000 – Rp 300.000 106
  • Rp 300.000 – Rp 350.000 12
  • Rp 400.000 – Rp 450.000 6

Berapa yang menuntaskan satu tagihan

Berapa banyak dari 791 rumah ibadah ini yang tagihannya lunas sepenuhnya oleh satu kali bantuan sebesar nominal berikut.

Nominal bantuan Tagihan yang lunas penuh Bagian dari seluruh data
Rp 100.000 68 9%
Rp 150.000 371 47%
Rp 200.000 536 68%
Rp 300.000 773 98%

Yang tidak lunas penuh tetap terbantu — tagihan berkurang sebesar yang dibayarkan. Perlu dicatat: tidak ada satu pun tagihan di data ini yang di bawah Rp 50.000, satuan yang lazim dipakai program sejenis. Yang paling ringan pun Rp 49.100 sebulan.

Masjid dibanding musala

JenisJumlah sampelRata-rata per bulan
Masjid 466 Rp 177.028
Musala & langgar 325 Rp 170.302

Dipisahkan menurut nama yang tercatat di PLN. Selisihnya kecil karena keduanya memakai golongan tarif sosial yang sama.

Pertanyaan yang sering muncul

  • Berapa rata-rata tagihan listrik masjid per bulan?

    Dari 791 tagihan yang kami periksa langsung lewat sistem PLN, rata-ratanya Rp 174.265 per bulan dan titik tengahnya Rp 153.824. Rentangnya dari Rp 49.100 sampai Rp 449.741.

  • Apa bedanya tagihan masjid dan musala?

    Masjid rata-rata Rp 177.028 dari 466 sampel, musala Rp 170.302 dari 325 sampel. Selisihnya kecil karena keduanya sama-sama memakai golongan tarif sosial, dan beban terbesarnya sama: pengeras suara, kipas atau pendingin, serta penerangan.

  • Berapa kebutuhan listriknya dalam setahun?

    Kalau nominal ini berulang tiap bulan, 791 rumah ibadah ini saja membutuhkan Rp 1.654.122.384 per tahun hanya untuk listrik — belum termasuk yang belum terdata.

  • Berapa biaya listrik masjid per bulan?

    Titik tengahnya Rp 153.824 per bulan. Setengah dari 791 rumah ibadah yang kami periksa membayar di bawah angka itu, setengahnya di atas. Yang paling ringan Rp 49.100, yang paling berat Rp 449.741 sebulan.

  • Berapa tagihan listrik musala atau musholla?

    Dari 325 musala dan langgar dalam data ini, rata-ratanya Rp 170.302 per bulan — dibanding Rp 177.028 untuk masjid. Musala memang lebih kecil, tapi selisihnya tidak sebesar yang diduga: beban terbesarnya sama, dan keduanya memakai golongan tarif sosial.

  • Sedekah listrik Rp 100.000 cukup untuk apa?

    Cukup untuk melunasi satu tagihan sepenuhnya pada 68 dari 791 rumah ibadah di sini — 9 persen di antaranya. Dengan Rp 200.000, angkanya naik jadi 536. Sisanya tetap terbantu, hanya belum tuntas dalam sekali bayar.

  • Dari mana angka-angka ini berasal?

    Seluruhnya hasil pemeriksaan langsung ke sistem PLN atas nomor pelanggan masing-masing rumah ibadah, bukan survei atau perkiraan. Angkanya dihitung ulang setiap halaman ini dibuka, jadi selalu mengikuti data terakhir yang kami pegang.

Angka ini bisa dibantu

Setiap tagihan di halaman ini milik rumah ibadah yang nyata dan masih berjalan. Anda bisa melihat daftarnya, memilih satu, dan membayarkannya.

Lihat daftar tagihan Cara membantu

Angka di halaman ini dihitung ulang setiap kali dibuka, jadi selalu mengikuti data terakhir. Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya.