Lewati ke isi utama

Untuk pengurus masjid

Proposal bantuan listrik masjid: kerangka dan kapan perlu

·Tim Listrik Masjid

Kerangka proposal permohonan bantuan listrik masjid yang benar-benar dibaca orang, dan penjelasan kapan Anda sebenarnya tidak memerlukannya sama sekali.

Banyak pengurus masjid memulai pencarian bantuan listrik dengan menyusun proposal, karena begitulah cara permohonan biasanya diajukan. Sebagian besar proposal itu tidak pernah dibalas, dan alasannya jarang karena masjidnya tidak layak dibantu.

Halaman ini memuat dua hal: kerangka proposal yang benar-benar dibaca orang, dan penjelasan kapan Anda sebenarnya tidak memerlukannya.

Kapan proposal tidak diperlukan

Untuk mengajukan bantuan lewat kami, proposal tidak dibutuhkan sama sekali. Yang dibutuhkan cuma nama masjid, nomor pelanggan listriknya, alamat, dan nomor WhatsApp yang bisa dihubungi; semuanya muat dalam satu formulir yang selesai dalam beberapa menit.

Alasannya bukan karena kami tidak peduli pada keterangan, melainkan karena keterangan yang paling menentukan justru tidak ada di dalam proposal mana pun: berapa persisnya tagihan listrik masjid itu bulan ini. Angka itu kami ambil sendiri dari sistem PLN memakai nomor pelanggannya. Proposal yang paling rapi sekalipun tidak bisa menggantikannya, dan nominal yang diketik tangan justru menimbulkan pertanyaan yang tidak perlu.

Kapan proposal tetap diperlukan

Proposal tetap dibutuhkan untuk pintu-pintu lain, dan pintu-pintu itu nyata:

  • Dana CSR perusahaan, yang hampir selalu menuntut dokumen resmi
  • Bantuan pemerintah daerah atau dana kelurahan
  • Lembaga amil zakat dan yayasan yang punya prosedur pengajuan sendiri
  • Donatur perorangan bernominal besar yang ingin melihat perencanaannya

Jadi menyusun satu proposal yang baik tetap sepadan, asalkan ditujukan ke tempat yang memang membacanya.

Kerangka yang bisa disalin

Susunan di bawah ini sengaja pendek. Proposal bantuan listrik tidak perlu tebal, yang menentukan adalah angkanya jelas dan buktinya ada.

  1. Identitas masjid. Nama resmi, alamat lengkap sampai desa/kelurahan, tahun berdiri, dan status tanah bila diketahui.
  2. Kepengurusan. Nama ketua takmir dan bendahara berikut nomor telepon yang benar-benar aktif. Lampirkan SK takmir atau surat keterangan dari KUA/kelurahan bila ada.
  3. Gambaran kegiatan. Berapa jamaah salat lima waktu, berapa saat Jumat, adakah pengajian anak, dan pada jam berapa saja bangunan itu terpakai. Ini yang menjelaskan kenapa listriknya sebesar itu.
  4. Keadaan listriknya. Nomor pelanggan, golongan tarif, daya terpasang, prabayar atau pascabayar, dan nominal tagihan tiga sampai enam bulan terakhir. Bagian inilah yang paling menentukan, dan justru paling sering dikosongkan.
  5. Yang diminta, dalam angka. Bukan "mohon bantuan seikhlasnya", melainkan "mohon bantuan pembayaran tagihan listrik selama enam bulan, sekitar Rp 180.000 per bulan, total sekitar Rp 1.080.000".
  6. Bukti. Lampirkan salinan struk atau tangkapan layar tagihan dari PLN Mobile. Satu lembar struk asli lebih meyakinkan daripada tiga halaman kata pengantar.
  7. Cara pertanggungjawaban. Sebutkan bahwa struk pembayaran akan diserahkan kembali kepada pemberi bantuan. Ini pertanyaan pertama yang muncul di kepala setiap pemberi, dan menjawabnya lebih dulu membedakan proposal Anda dari kebanyakan.

Empat kesalahan yang membuat proposal diabaikan

  • Tidak ada satu pun angka. Pemberi bantuan tidak bisa memutuskan sesuatu yang tidak punya nominal.
  • Meminta terlalu umum. "Bantuan pembangunan dan operasional" membuat pembaca harus menebak. "Tagihan listrik enam bulan" bisa langsung disetujui atau ditolak.
  • Nomor telepon tidak aktif. Ini sepele dan mengejutkan seringnya terjadi. Sebagian besar pemberi bantuan menghubungi lebih dulu sebelum mengirim apa pun.
  • Tanpa bukti tagihan. Tanpa struk, seluruh proposal bertumpu pada kepercayaan kepada orang yang belum dikenal.

Sekalian yang perlu diperiksa

Saat mengumpulkan angka tagihan untuk proposal, periksa juga golongan tarif dan atas nama siapa meterannya terdaftar. Sebagian masjid membayar lebih mahal daripada seharusnya karena meterannya masih tercatat sebagai sambungan rumah tangga, dan itu bisa dibereskan, caranya ada di meteran masjid masih atas nama pribadi.

Kalau yang Anda cari sekadar tagihan bulan ini terbayar, lewati saja seluruh halaman ini dan langsung daftarkan masjidnya.