Untuk pengurus masjid
Listrik masjid menunggak atau diputus PLN: apa langkahnya
Langkah yang benar saat tagihan listrik masjid menunggak, sebelum dan sesudah aliran diputus, termasuk batas waktu yang jarang diketahui pengurus.
Setiap beberapa bulan kabarnya muncul lagi: sebuah masjid gelap gulita karena listriknya diputus. Masjid Agung Cilegon mengalaminya, begitu pula Masjid Rahmatan Lil Alamin di Selayar. Kabar seperti itu biasanya diikuti anggapan yang sama: PLN seharusnya tidak memutus listrik rumah ibadah.
Anggapan itu keliru, dan pengurus masjid perlu tahu duduk perkaranya sebelum tunggakan menumpuk.
Rumah ibadah tidak dikecualikan dari aturan pembayaran
Golongan tarif sosial memang membuat harga per kWh lebih ringan daripada golongan rumah tangga atau bisnis. Tapi keringanan itu ada pada tarifnya, bukan pada kewajiban membayarnya. Jadwal yang berlaku sama untuk semua pelanggan pascabayar: tagihan bulan berjalan dibayar antara tanggal 1 sampai 20. Lewat dari itu, statusnya menunggak.
Masjid tidak punya pengecualian dalam hal ini, dan menganggap sebaliknya adalah cara paling umum sebuah masjid sampai ke titik diputus, bukan karena tidak punya uang, melainkan karena tidak ada yang merasa tanggal 20 itu berlaku untuknya.
Tiga tahap yang terjadi berurutan
Tunggakan tidak langsung berujung pada pemutusan. Ada tahapan, dan setiap tahap punya ongkos yang berbeda:
| Tahap | Yang terjadi | Ongkos memulihkannya |
|---|---|---|
| Terlambat | Lewat tanggal 20, tagihan berstatus menunggak | Tagihan + biaya keterlambatan |
| Pemutusan sementara | Aliran diputus di meteran, sambungannya masih terpasang | Tagihan + denda + biaya penyambungan kembali |
| Pembongkaran | Meteran dicabut, status pelanggan berakhir | Harus mendaftar pasang baru dari awal |
Selisih antara tahap kedua dan ketiga inilah yang paling mahal, dan paling sering tidak disadari. Selama meteran masih terpasang, yang dibutuhkan hanyalah melunasi dan meminta penyambungan. Begitu meterannya dibongkar, masjid kembali ke posisi pelanggan baru. Biaya biaya penyambungan, survei, dan penantian yang jauh lebih besar daripada tunggakan yang memicunya.
Karena itu satu-satunya nasihat yang benar-benar penting di halaman ini adalah: jangan biarkan berhenti di tahap kedua. Tunggakan dua bulan yang diurus hari ini jauh lebih murah daripada tunggakan dua bulan yang didiamkan setengah tahun.
Langkah saat listrik sudah diputus
- Pastikan besaran sebenarnya, jangan menebak. Yang harus dilunasi adalah seluruh tunggakan berikut biaya keterlambatannya, bukan tagihan bulan terakhir saja. Angkanya bisa dilihat lewat aplikasi PLN Mobile dengan nomor pelanggan, atau ditanyakan ke 123.
- Lunasi seluruhnya sekaligus. Pembayaran sebagian umumnya tidak memicu penyambungan kembali; sistem membaca status pelanggan, bukan niat baiknya.
- Ajukan penyambungan kembali. Setelah pembayaran terbaca, penyambungan biasanya selesai pada hari kerja yang sama. Kalau lewat dari itu, hubungi 123 dengan menyebut nomor pelanggan dan bukti bayarnya.
- Simpan struknya. Ini bukan formalitas: struk adalah satu-satunya bukti yang bisa dipakai kalau statusnya belum juga berubah di sistem.
Kalau uangnya memang tidak ada
Ini keadaan yang sebenarnya paling sering terjadi, dan yang paling jarang dibicarakan terbuka. Beberapa hal yang bisa ditempuh, diurutkan dari yang paling cepat:
- Datangi unit PLN terdekat sebelum jatuh tempo berikutnya. Datang sebelum diputus jauh berbeda dengan datang sesudahnya, dan pengurus yang datang membawa data lengkap ditanggapi berbeda dengan yang menelepon tanpa nomor pelanggan.
- Periksa golongan tarifnya. Sebagian masjid membayar mahal bukan karena boros, melainkan karena meterannya masih terdaftar pada golongan rumah tangga; biasanya karena atas nama pribadi wakif atau takmir. Memindahkannya ke golongan sosial menurunkan tagihan seterusnya, bukan sekali saja.
- Buka kebutuhannya kepada jamaah dengan angka. "Kas masjid menipis" tidak menggerakkan siapa pun. "Tagihan bulan ini Rp 214.300 dan kas tersisa Rp 60.000" menggerakkan.
Angka yang mungkin menenangkan
Dari ratusan tagihan listrik masjid dan musala yang kami periksa langsung ke sistem PLN, titik tengahnya ada di kisaran seratus lima puluh ribu rupiah sebulan. Artinya sebagian besar masjid yang terancam diputus sedang menunggak nominal yang, bagi satu orang donatur saja, sepenuhnya terjangkau.
Yang selama ini hilang bukan uangnya, melainkan cara mempertemukan masjid itu dengan orang yang bersedia. Angka lengkapnya, mulai dari rata-rata, titik tengah, hingga sebarannya, kami terbitkan terbuka di halaman data tagihan listrik masjid.
Kalau ingin dibantu lewat kami
Kirimkan data masjid Anda lewat formulir pengajuan. Gratis, tanpa biaya pendaftaran, dan tanpa potongan apa pun dari bantuan yang diterima. Yang perlu disiapkan cuma nomor pelanggan listriknya; kami yang memeriksa tagihannya langsung ke sistem PLN, sehingga nominal yang dilihat donatur adalah angka sebenarnya berikut dendanya, bukan angka yang diketik siapa pun.
Satu hal yang perlu jujur disampaikan: pengajuan masuk antrean dan ditinjau manusia, dan itu memakan waktu. Kalau listrik masjid Anda diputus hari ini, jangan menunggu kami. Tempuh dulu langkah di atas, dan daftarkan masjidnya untuk bulan-bulan sesudahnya supaya keadaan yang sama tidak berulang.