Lewati ke isi utama

Untuk donatur

Cara memilih masjid yang membutuhkan bantuan listrik

·Tim Listrik Masjid

Cara memilih penerima bantuan listrik yang masuk akal, termasuk satu hal yang jarang dipikirkan donatur: risiko dua orang membayar tagihan yang sama.

Tidak ada satu cara yang paling benar untuk memilih penerima sedekah. Sebagian donatur mendahulukan masjid di sekitar rumah, sedangkan yang lain memilih musala kecil di wilayah yang jauh. Panduan ini membantu Anda memeriksa kebutuhannya agar bantuan tidak salah sasaran atau membayar tagihan yang sudah lunas.

Mulai dari kebutuhan yang masih berjalan

Buka daftar yang tagihannya masih aktif dan belum lunas. Ini mencegah waktu terbuang membuka halaman yang kebutuhannya sudah terpenuhi, dan lebih penting lagi, mencegah bantuan Anda mendarat pada tagihan yang sudah dibayar orang lain.

Hal yang jarang dipikirkan: tabrakan pembayaran

Risiko ini benar-benar dapat terjadi. Sebagian masjid terdaftar di lebih dari satu platform bantuan. Kalau dua platform membayar tagihan yang sama pada bulan yang sama, salah satunya terbuang; uangnya tidak hilang, tapi tidak menolong siapa pun, dan donatur yang sudah berniat baik tidak mendapatkan apa yang dia kira dia dapatkan.

Karena itu nominal yang tampil di sini diperiksa ke sistem PLN, bukan diketik: tagihan yang sudah lunas terbaca lunas. Dan kalau Anda mengetahui sebuah masjid sedang digalang di tempat lain, memberi tahu kami justru menolong, bukan menyulitkan.

Tidak perlu selalu mengambil yang terbesar

Ada dorongan alami untuk memilih tagihan paling besar, dengan anggapan itu yang paling membutuhkan. Belum tentu. Tagihan besar biasanya berarti masjid besar dengan jamaah ramai, dan masjid semacam itu umumnya punya kas yang lebih baik daripada musala kampung yang tagihannya sepertiganya.

Dari data yang kami pegang, selisih rata-rata antara masjid dan musala ternyata kecil; jauh lebih kecil daripada selisih ukuran bangunannya. Artinya musala kecil menanggung beban yang hampir sama beratnya dengan pemasukan yang jauh lebih tipis. Perbandingan lengkapnya ada di halaman data.

Pilih yang bisa Anda tuntaskan

Satu tagihan yang lunas penuh lebih berarti daripada empat tagihan yang berkurang sedikit-sedikit karena yang menentukan aliran listrik tetap menyala bukan berapa yang dibayar, melainkan apakah statusnya berubah jadi lunas.

Sebagian besar tagihan di daftar kami bisa dituntaskan sepenuhnya dengan nominal yang wajar bagi satu orang. Kalau ingin tahu persisnya berapa yang menuntaskan berapa banyak tagihan, angkanya ada di halaman data, dihitung ulang setiap kali dibuka.

Ketiadaan foto bukan tanda tidak layak

Nama, wilayah, dan status verifikasi membantu mengenali penerima. Foto menambah keyakinan, tetapi ketiadaannya tidak berarti masjidnya tidak layak dibantu. Banyak pengurus musala kecil tidak terbiasa mengirim foto, dan sebagian tagihan yang kami pegang berasal dari data sistem PLN yang memang tidak pernah membawa gambar.

Yang justru layak diperiksa adalah apakah nominalnya berasal dari sumber yang bisa diperiksa. Foto bagus dengan nominal yang diketik tangan lebih lemah daripada tanpa foto dengan nominal dari sistem PLN.

Periksa sesudahnya, bukan cuma sebelumnya

Kebiasaan yang membedakan donatur yang cermat: memeriksa setelah membayar, bukan cuma sebelum. Buka laporan penyaluran untuk melihat catatan yang sudah terbit, dan buka halaman masjid yang Anda bantu untuk melihat struknya tertaut di sana.

Kalau siap memilih, buka daftar tagihan listrik masjid atau jelajah masjid.