Lewati ke isi utama

Edukasi

Golongan tarif listrik rumah ibadah: S-1, S-2, dan S-3

·Tim Listrik Masjid

Rumah ibadah masuk golongan sosial, tapi tidak semua musala bergolongan S-2 , dan sebagian malah masih terbaca sebagai sambungan rumah tangga.

PLN membagi pelanggannya ke dalam golongan tarif, dan golongan itulah yang menentukan harga per kWh yang dibayar. Rumah ibadah masuk kelompok sosial, yang terbagi lagi menjadi tiga.

GolonganDayaUmumnya dipakai
S-1Sampai 220 VASambungan sosial paling kecil
S-2450 VA sampai 200 kVASebagian besar masjid dan musala
S-3Di atas 200 kVAKompleks besar, tegangan menengah

Kenapa halaman ini tidak memuat angka rupiahnya

Tarif per kWh ditinjau berkala. Artikel yang mencantumkan angkanya akan keliru dalam beberapa bulan tanpa ada yang menyadarinya, dan pembaca yang mengambil keputusan berdasarkan angka basi lebih dirugikan daripada pembaca yang diminta memeriksa sendiri.

Jadi yang benar adalah memeriksa tarif yang berlaku hari ini di laman resmi PLN atau lewat aplikasi PLN Mobile. Struktur golongannya relatif tetap, dan itulah yang dijelaskan di sini.

Kesalahpahaman pertama: semua rumah ibadah pasti S-2

Ini keliru, dan kami menemukannya di data sendiri. Salah satu pelanggan dengan nama MADRASAH/MUSHOLLAH justru bergolongan S-1, bukan S-2.

Konsekuensinya penting bagi cara sebuah platform bekerja: kalau semua yang bukan S-2 ditolak otomatis, yang paling terdampak justru musala terkecil, yang dayanya paling rendah dan yang paling membutuhkan. Aturan yang terdengar rapi di atas kertas bisa menyingkirkan persis kelompok yang seharusnya dilayani.

Kesalahpahaman kedua: golongan mengikuti bangunannya

Golongan mengikuti apa yang tercatat di PLN, bukan apa yang berdiri di lokasi. Banyak musala berdiri di tanah wakaf dengan meteran yang masih terdaftar atas nama wakif atau takmir lama, dan golongannya terbaca sebagai rumah tangga, biasanya R-1.

Itu bukan tanda penipuan. Itu kelaziman di lapangan, karena listrik biasanya dipasang lebih dulu daripada masjidnya punya kepengurusan resmi. Tapi akibatnya nyata: masjid itu membayar dengan tarif rumah tangga, yang lebih mahal daripada tarif sosial.

Kalau ini keadaan masjid Anda, ada langkah yang bisa ditempuh. Syarat balik nama dan pindah golongan kami uraikan di meteran masjid masih atas nama pribadi, termasuk kapan pengurusan itu sebenarnya tidak sepadan.

Cara memeriksa golongan masjid Anda

  • Pada struk pembayaran pascabayar, golongan dan daya umumnya tercetak berdekatan dengan nomor pelanggan.
  • Di aplikasi PLN Mobile, keduanya muncul di rincian pelanggan setelah nomor pelanggan dimasukkan.
  • Kalau tidak ketemu, 123 bisa menyebutkannya dengan modal nomor pelanggan saja.

Kenapa ini penting untuk bantuan

Golongan tarif salah satu penanda yang kami periksa, karena ia membantu memastikan sambungan yang dibantu memang sambungan rumah ibadah. Tapi ia penanda, bukan syarat gugur, dan pembedaan itu disengaja.

Kasus yang golongannya tidak lazim diperiksa manusia, bukan ditolak mesin. Alasannya sudah disebut di atas: aturan otomatis yang terlalu rapi akan menyingkirkan musala kecil, yaitu kelompok yang paling membutuhkan.

Kalau Anda pengurus masjid, daftarkan saja lewat formulir pengajuan apa pun golongannya, dan sebutkan keadaannya apa adanya.