Lewati ke isi utama

Untuk donatur

Cara memeriksa bukti pembayaran donasi listrik masjid

·Tim Listrik Masjid

Yang membedakan bukti yang bisa diperiksa dari sekadar laporan, dan bagian mana pada struk PLN yang benar-benar layak dicocokkan.

Setiap platform donasi menampilkan sesuatu yang disebut bukti. Yang membedakan satu dari yang lain bukan ada atau tidaknya, melainkan siapa yang menerbitkannya.

Dua jenis bukti, dan kenapa bedanya besar

Jenis pertama diterbitkan oleh pihak yang menerima uangnya sendiri: laporan yang diketik ulang, rekapitulasi, tangkapan layar transfer, atau ucapan terima kasih beserta angka. Semuanya bisa benar. Tapi semuanya bertumpu sepenuhnya pada kejujuran pihak yang membuatnya, dan tidak ada cara memeriksanya dari luar.

Jenis kedua diterbitkan oleh pihak ketiga yang tidak berkepentingan, dalam hal ini sistem pembayaran PLN. Nomor struknya lahir di sana, bukan di sini. Itulah yang membuatnya bisa dicocokkan.

Bagian yang layak diperiksa pada struk

  • Nomor pelanggan. Harus merujuk ke sambungan masjid yang Anda pilih. Di halaman publik nomor ini selalu tersamar sebagian, dan itu disengaja karena nomor pelanggan bisa dipakai orang lain untuk hal yang tidak Anda inginkan.
  • Periode tagihan. Menunjukkan bulan mana yang dilunasi. Ini yang mencegah satu pembayaran diklaim untuk dua bulan berbeda.
  • Nominal yang diteruskan ke PLN. Harus bisa dibedakan dari biaya layanan. Angka yang dicampur jadi satu menyembunyikan berapa sebenarnya yang sampai ke tagihan.
  • Nomor struk dari sistem PLN. Inilah intinya. Nomor ini tidak bisa dikarang, karena ia terbit dari sistem pembayaran, bukan dari kami.

Tanda bukti yang lemah

Beberapa hal yang patut membuat Anda bertanya lebih lanjut, di platform mana pun:

  • Buktinya berupa gambar tanpa halaman yang bisa dibuka kembali.
  • Nominal bulat rapi yang tidak menyerupai bentuk tagihan listrik sungguhan.
  • Tidak ada cara mencocokkan bukti itu dengan penerima tertentu.
  • Buktinya cuma bisa dilihat donatur, tidak oleh jamaah masjidnya.

Kenapa jamaah harus bisa ikut memeriksa

Ini yang paling sering terlewat. Bukti yang hanya bisa dilihat donatur mengabaikan pihak yang paling berhak tahu dan paling mampu menilai: orang-orang yang setiap hari salat di masjid itu.

Karena itu halaman struk di sini permanen, terbuka, dan tertaut dari halaman masjid yang bersangkutan. Jamaah bisa membukanya tanpa meminta salinan kepada siapa pun, dan tanpa perlu tahu siapa donaturnya.

Keadaan hari ini, apa adanya

Kami perlu menjelaskan kondisi layanan saat ini: mesin pembayaran donatur belum berjalan, sehingga halaman laporan penyaluran masih kosong. Yang sudah tersambung dan sudah diuji ke sistem sungguhan adalah sisi pemeriksaan tagihannya. Nominal yang Anda lihat pada setiap masjid memang angka dari PLN, bukan perkiraan.

Kami memilih menuliskan ini alih-alih membiarkannya tidak jelas. Halaman yang menjanjikan bukti sebelum buktinya ada adalah persis hal yang seharusnya dicurigai pembaca.

Sementara itu, yang bisa Anda periksa sekarang adalah dasar angkanya: data tagihan listrik masjid memuat seluruh sebarannya, dihitung ulang setiap halaman dibuka.